replica watches Pentingnya Mengelola Keuangan Keluarga yang Memiliki Lansia - Bestari

Pentingnya Mengelola Keuangan Keluarga yang Memiliki Lansia

Penulis: Zelina Mariyori Wazlir

Ketika berbicara mengenai keluarga, pastinya tidak jauh dengan segala kerumitan dan masalah yang ada. Walaupun terlihat sepele, di dalam keluarga terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Bahkan harus dikelola dengan sangat baik.

Salah satu hal yang harus dikelola dengan baik adalah keuangan keluarga, dengan melakukan manajemen keuangan. Manajemen keuangan keluarga dilakukan untuk merencanakan dan membuat keputusan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam suatu keluarga. Apalagi di dalam keluarga tidak hanya satu anggota keluarga, melainkan ada beberapa anggota keluarga dengan umur dan jumlah kebutuhan yang berbeda.

Seiring bertambahnya umur seseorang, maka kapasitas diri untuk bekerja semakin berkurang. Di dalam keluarga pastinya ada orangtua yang sudah tidak dapat bekerja karena umurnya yang semakin bertambah, tetapi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan juga tinggi. Hal inilah yang membuat pengeluaran dalam suatu keluarga menjadi lebih tinggi dibandingkan keluarga tanpa lansia.

Oleh karena itu, manajemen keuangan perlu dilakukan sesuai prioritas agar dapat memenuhi kebutuhan dalam keluarga.

Bagaimana pengaruh manajemen keuangan keluarga dengan lansia terhadap kualitas hidup keluarga?

Gambar: Pexels/@matthiaszomer

Manajemen keuangan keluarga dapat dikatakan penting untuk dilakukan karena memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup keluarga. Secara umum, kegiatan manajemen keuangan keluarga adalah aktivitas mengelola penghasilan keluarga untuk mencapai tujuan finansial dan kesejahteraan keluarga seperti, keinginan memiliki dana asuransi kesehatan, dana kelahiran anak, dan lain-lain.

Pengelolaan uang yang rapi dan sesuai dengan skala prioritas yang telah ditentukan dapat mengantisipasi kejadian pengeluaran tidak terduga dengan jumlah yang sangat besar sehingga keluarga dapat hidup lebih tenang.

Dalam keluarga dengan lansia, manajemen keuangan yang baik dapat membuat kondisi fisik dan emosional lansia lebih stabil terutama ketika lansia diurus dan dipenuhi kebutuhannya oleh keluarga secara langsung.

Salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dari melakukan manajemen keuangan keluarga dengan lansia adalah keputusan untuk menempatkan lansia di panti jompo atau tidak. Jika lansia berada di panti jompo, otomatis biaya yang harus dikeluarkan keluarga akan lebih tinggi tetapi keinginan lansia untuk berada dekat dengan keluarga tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, manajemen keuangan keluarga yang baik dapat membantu keluarga menjadi sejahtera dengan mencapai tujuan keluarga secara efektif, efisien, dan bermanfaat.

Apakah lansia memiliki peran dalam manajemen keuangan keluarga?

Gambar: Pexels/@olia-danilevich

Di Indonesia, tak jarang masyarakat menganggap bahwa lansia merupakan beban keluarga karena sudah tidak melakukan aktivitas yang produktif dan mengalami penurunan dari segi fisik. Predikat yang diberikan masyarakat ini pun menjadi beban bagi para lansia. Padahal, proses penuaan merupakan suatu proses alami yang tidak dapat dicegah dan merupakan hal yang wajar dialami oleh orang yang diberi karunia umur panjang.

Hal tersebut membuat keluarga yang digantungkan perlu merencanakan pengelolaan manajemen dari keuangan dikarenakan lansia memiliki kebutuhan yang berbeda dari anggota keluarga lainnya. Selain itu, semakin banyak jumlah anggota keluarga, semakin banyak pula kebutuhan yang harus dipenuhi.

Meskipun demikian, lansia pun dapat berperan dalam manajemen keuangan keluarga. Lansia yang masih sehat dan aktif bekerja ataupun yang menerima dana pensiun tentunya akan membantu meringankan pengeluaran keluarga.

Bagaimana pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai manajemen keuangan?

Gambar: Pexels/@rodnae-prod

Berbicara mengenai pengetahuan masyarakat tentang keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang ketiga pada tahun 2019 untuk mengetahui tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kualitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan indeks literasi keuangan di Indonesia mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil survei OJK pada tahun 2016 dimana indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%.

Dapat dilihat bahwa dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 8,39%.

Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keuangan ini menjadi peluang bagi masyarakat Indonesia untuk bisa hidup lebih sejahtera di masa mendatang karena semakin pandai mengatur keuangan.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh keluarga?

Gambar: Pexels/@rodnae-prod

Manajemen keuangan keluarga yang baik dapat membantu keluarga menjadi sejahtera dengan mencapai tujuan keluarga secara efektif, efisien, dan bermanfaat. Untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik, keluarga perlu mengetahui konsep utama tentang manajemen keuangan keluarga.

Ada dua konsep utama tentang manajemen keuangan keluarga yang wajib diketahui oleh keluarga yaitu tentang neraca rugi laba serta manajemen cashflow atau arus kas. Salah satu konsep manajemen keluarga yang sering digunakan adalah manajemen cashflow/arus kas.

Laporan arus kas merupakan suatu laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama periode tertentu.

Keputusan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasti memerlukan manajemen keuangan keluarga. Manajemen keuangan keluarga sangatlah penting bagi seluruh masyarakat yang sudah berkeluarga, apalagi ditambah dengan adanya lansia dalam keluarga yang pasti produktivitasnya telah berkurang. Masyarakat yang memandang para lansia sebagai beban bagi keluarga merupakan hal yang meresahkan para lansia.

Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai literasi keuangan pada keluarga membuat masyarakat yang mempunyai keluarga dengan lansia dapat mengatur keuangannya dengan baik dan efisien.

Oleh karena itu, manajemen keuangan pada keluarga dengan lansia perlu dipikirkan dan direncanakan secara matang agar keluarga menjadi sejahtera dengan mencapai tujuan keluarga secara efektif, efisien, dan bermanfaat.

Baca Juga:

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Get in Touch

Latest Posts